Mei 31, 2026
IMG-20260316-WA0000

Halmahera Selatan, Makayoapost.com — Aroma dugaan penyimpangan anggaran kembali menyeret Pemerintah Desa Gurua, Kecamatan Pulau Makian, ke tengah sorotan publik. Kepala Desa Gurua kini didesak diperiksa setelah muncul dugaan pemotongan honor Ketua RT dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tahun 2026.

Warga mulai geram setelah tunjangan Ketua RT dikabarkan belum juga dibayarkan, sementara honor anggota BPD yang biasanya sebesar Rp750 ribu per bulan diduga hanya dibayar sekitar Rp1.005.000 untuk dua bulan.

Situasi ini memantik kemarahan masyarakat karena dinilai tidak masuk akal. Di tengah mengalirnya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa setiap tahun, hak aparatur desa justru diduga dipangkas tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Kalau memang tidak dipotong, pemerintah desa harus buka secara terang berapa anggaran masuk dan berapa yang dibayar. Jangan diam seolah tidak ada masalah,” tegas salah satu warga.

Warga menilai dugaan pemotongan honor tersebut bukan sekadar keterlambatan administrasi, melainkan persoalan serius yang wajib diaudit Inspektorat dan Dinas PMD Kabupaten Halmahera Selatan.

Desakan pun mulai mengarah pada pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan APBDes Desa Gurua tahun 2026. Masyarakat meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ditemukan adanya unsur penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran desa.

“Kami curiga ada yang tidak beres. Ketua RT belum dibayar, honor BPD berkurang, sementara masyarakat tidak pernah dijelaskan kondisi sebenarnya. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar warga lainnya.

Warga juga menyoroti sikap Pemerintah Desa Gurua yang dinilai minim transparansi terhadap penggunaan anggaran desa. Menurut masyarakat, setiap penggunaan Dana Desa seharusnya diumumkan secara terbuka agar tidak memicu kecurigaan publik.

“Kalau semuanya bersih, kenapa harus takut diaudit?” sindir warga.

Masyarakat kini mendesak Bupati Halmahera Selatan, Dinas PMD, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum agar tidak tinggal diam terhadap persoalan yang terus mencuat di Desa Gurua. Mereka meminta ada tindakan tegas apabila dugaan pemotongan honor aparatur desa terbukti benar.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Gurua belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pemotongan honor Ketua RT dan anggota BPD tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *