Tului, Tidore Kepulauan – 22 Desember 2025Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Desa Tului, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 22 Desember 2025. Anak bungsu dari tiga bersaudara perempuan keluarga Sukarsi Haji resmi mengakhiri masa lajangnya melalui akad nikah yang sederhana namun penuh makna dan kehangatan.
Pernikahan yang digelar di kediaman keluarga di Desa Tului ini menjadi momen istimewa bagi keluarga yang akrab disapa “4 Basauadara”. Sang mempelai wanita, anak termuda dari tiga bersaudara perempuan, melangsungkan pernikahan tanpa kehadiran sosok ibunda tercinta yang telah berpulang lebih dahulu. Kepergian sang ibu meninggalkan luka mendalam di hati keluarga, terutama bagi anak bungsu yang kini memulai lembaran baru kehidupan rumah tangganya tanpa didampingi langsung oleh orang tua kandung.
Acara akad nikah berlangsung khidmat meski tanpa kehadiran ayah kandung dan dokumen Kartu Keluarga (KK) yang lengkap. Prosesi tetap dilaksanakan dengan penuh adat istiadat setempat, didampingi sepenuh hati oleh saudara kandung dan kerabat terdekat.
“Selamat putus bujang atas saudara kami dari 4 Basauadara yang bernama Sukarsi Haji,” ujar salah seorang kerabat dekat dengan penuh kehangatan saat memberikan ucapan selamat.
Kerabat yang mendampingi mempelai wanita mengungkapkan rasa rindu yang mendalam kepada sang ibu selama prosesi berlangsung. “Saya sangat ingga (rindu) kepada ibu selama kepergian ibu,” tuturnya dengan suara bergetar, mencerminkan duka yang masih terasa namun tak menghalangi kebahagiaan hari itu.
Meski diwarnai rasa kehilangan, pernikahan ini menjadi simbol harapan dan keberkahan baru bagi keluarga Sukarsi Haji. Warga Desa Tului turut serta merayakan momen bahagia ini secara sederhana, sesuai tradisi lokal, di tengah nuansa akhir tahun yang penuh berkah.
Semoga rumah tangga baru ini senantiasa diberkahi kebahagiaan abadi, ketabahan dalam menghadapi cobaan, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Selamat berbahagia kepada pengantin baru dan keluarga besar 4 Basauadara.
“Penulis”K Ongk
