November 30, 2025

Transparansi dan Komitmen Pelayanan: Kades Orimakurunga Serahkan Biaya Pulsa Listrik Pustu dan Meteran Air Masjid Orimakurunga, Halmahera Selatan – Kepala Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Rusdi Hi Sidik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan berpihak pada pelayanan dasar masyarakat. Pada Rabu (30/07/2025), ia secara langsung menyerahkan bantuan berupa dana operasional untuk keperluan listrik dan air bersih kepada pengelola Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua masjid desa. Bertempat di Kantor Desa Orimakurunga, penyerahan dana dilakukan secara simbolis kepada perwakilan tenaga medis dan pengurus masjid. Bantuan yang diberikan meliputi biaya pulsa lampu untuk Pustu, pembayaran meteran air Pustu, serta dua unit meteran air untuk masjid yang ada di desa tersebut. Dalam keterangannya, Rusdi Hi Sidik menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan desa dalam mendukung fasilitas kesehatan dan rumah ibadah agar tetap dapat berfungsi maksimal tanpa hambatan teknis seperti ketiadaan listrik dan air bersih. > “Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan di Pustu dan kegiatan ibadah di masjid tidak terganggu. Karena itu, desa hadir untuk menjawab kebutuhan dasar ini dengan tindakan nyata,” ujar Rusdi saat menyerahkan dana secara langsung. Penyerahan dana ini juga disaksikan oleh aparat desa serta warga yang turut hadir. Tampak pula staf Pustu dan para pengurus masjid menerima bantuan tersebut dengan rasa syukur dan mengapresiasi langkah kepala desa yang dinilai sangat peduli pada kelangsungan pelayanan publik di desa Orimakurunga. Perangkat desa menyampaikan bahwa ke depan, penggunaan dana akan dicatat secara transparan dan dilaporkan kepada masyarakat sesuai prinsip akuntabilitas. Upaya ini juga menjadi contoh positif bagaimana anggaran desa dapat digunakan secara tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dengan langkah ini, Kepala Desa Orimakurunga diharapkan dapat terus menjadi pelopor tata kelola desa yang partisipatif dan akuntabel, di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan kompleksitas kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kayoa Selatan.

O Orimakurunga, Halmahera Selatan – Kepala Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan,...

ROGULAMO: API PERLAWANAN DI TANAH HALMAHERA Sebuah novel sejarah yang menenun ingatan kolektif masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dari abad XIX hingga awal abad XX, menjadi kisah yang bernyawa dan menggugah rasa. Novel ini mengisahkan kehidupan Banau bin Alum—seorang anak dari keluarga petani, lahir di tengah ladang yang sejak lama menjadi sumber penghidupan sekaligus tempat berlabuhnya kelelahan. Ia tumbuh pada masa ketika kekuasaan kolonial Belanda menancapkan kuku di tanah-tanah tua: Ternate yang riuh dan sibuk, Jailolo yang letih menahan luka sejarah, Tu(w)ada dan Todowongi yang nyaris tertunduk, serta Teluk Kao yang diam—tetapi menyimpan amarah dalam sunyi. Dari penderitaan dan ketidakadilan itulah Banau bangkit—bukan sebagai pahlawan dalam bayangan, tetapi sebagai anak seorang petani yang mencintai tanah kelahirannya. Tanah yang terus dihisap, ladang yang diperas oleh pajak (balasteng dan ngase), kerja paksa, dan oleh keserakahan kekuasaan yang datang bersama kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda. Parang di tangan, salawaku di dada—Banau memilih jalan perlawanan. Tapi perjuangannya bukan sekadar perang. Di balik gelegar senjata, ia menanggung rindu pada ibu dan ayah yang menua, pada kekasih yang ia tinggalkan, dan pada anak yang tak sempat tumbuh bersamanya. Rogulamo adalah nyala yang tak padam. Ia hidup dalam tubuh-tubuh kecil yang terus melawan diam-diam: dalam tangan petani yang menanam harapan, dalam suara ibu yang mendongeng tentang keberanian kepada anaknya. Dan kini, kisah ini ditulis. Bukan sekadar untuk dikenang, melainkan untuk diteruskan. penulis sejarawan Irfan Ahmad R

Makayoapost – Sebuah novel sejarah yang menenun ingatan kolektif masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dari...