November 27, 2025

Berita Opini

ROGULAMO: API PERLAWANAN DI TANAH HALMAHERA Sebuah novel sejarah yang menenun ingatan kolektif masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dari abad XIX hingga awal abad XX, menjadi kisah yang bernyawa dan menggugah rasa. Novel ini mengisahkan kehidupan Banau bin Alum—seorang anak dari keluarga petani, lahir di tengah ladang yang sejak lama menjadi sumber penghidupan sekaligus tempat berlabuhnya kelelahan. Ia tumbuh pada masa ketika kekuasaan kolonial Belanda menancapkan kuku di tanah-tanah tua: Ternate yang riuh dan sibuk, Jailolo yang letih menahan luka sejarah, Tu(w)ada dan Todowongi yang nyaris tertunduk, serta Teluk Kao yang diam—tetapi menyimpan amarah dalam sunyi. Dari penderitaan dan ketidakadilan itulah Banau bangkit—bukan sebagai pahlawan dalam bayangan, tetapi sebagai anak seorang petani yang mencintai tanah kelahirannya. Tanah yang terus dihisap, ladang yang diperas oleh pajak (balasteng dan ngase), kerja paksa, dan oleh keserakahan kekuasaan yang datang bersama kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda. Parang di tangan, salawaku di dada—Banau memilih jalan perlawanan. Tapi perjuangannya bukan sekadar perang. Di balik gelegar senjata, ia menanggung rindu pada ibu dan ayah yang menua, pada kekasih yang ia tinggalkan, dan pada anak yang tak sempat tumbuh bersamanya. Rogulamo adalah nyala yang tak padam. Ia hidup dalam tubuh-tubuh kecil yang terus melawan diam-diam: dalam tangan petani yang menanam harapan, dalam suara ibu yang mendongeng tentang keberanian kepada anaknya. Dan kini, kisah ini ditulis. Bukan sekadar untuk dikenang, melainkan untuk diteruskan. penulis sejarawan Irfan Ahmad R

Makayoapost – Sebuah novel sejarah yang menenun ingatan kolektif masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dari...