November 28, 2025
IMG-20251112-WA0128

Ternate, Makayoapost.com— Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar aksi refleksi di depan Kantor RRI Ternate, Rabu (12/11/2025).

 

Aksi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merenungkan kembali makna perjuangan para pahlawan sekaligus menyerukan perhatian pemerintah pusat terhadap dua tokoh asal Maluku Utara, Banau dari Halmahera Barat dan Yasin Gamsungi dari Halmahera Utara. Keduanya dinilai memiliki jasa besar dalam perjuangan melawan penjajahan, namun hingga kini belum mendapat pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional.

 

Dalam orasinya, puluhan kader HMI dari tiga komisariat menegaskan bahwa memperjuangkan pengakuan bagi tokoh-tokoh lokal merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Mereka menyerukan agar pemerintah tidak melupakan para pejuang daerah yang turut andil dalam mempertahankan kemerdekaan.

 

Ketua HMI Komisariat Tarbiyah, M. Rizki Asrul, menekankan pentingnya menghargai jasa para tokoh lokal tersebut. Menurutnya, perjuangan Banau dan Yasin Gamsungi menjadi bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan tumbuh dari berbagai pelosok Nusantara.

 

“Kita tidak boleh melupakan jasa tokoh-tokoh lokal yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa. Mereka adalah pahlawan sejati dan layak mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Rizki.

 

Ia menambahkan, meskipun proses penetapan pahlawan nasional membutuhkan kajian sejarah dan administratif yang panjang, semangat generasi muda untuk memperjuangkannya tidak boleh surut.

 

“Hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperjuangkan tokoh-tokoh Maluku Utara yang telah berkontribusi besar bagi bangsa,” tegasnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan bahwa aksi refleksi ini tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan ajakan moral bagi generasi muda untuk meneladani semangat juang dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

 

Melalui aksi tersebut, HMI berharap masyarakat Maluku Utara dapat terus mengenang dan memperjuangkan pengakuan terhadap tokoh-tokoh daerah yang berjasa, terutama Banau dan Yasin Gamsungi, agar kelak dapat diabadikan sebagai Pahlawan Nasional.

 

Setelah berorasi selama kurang lebih dua jam, aksi refleksi berjalan tertib dan damai. Para peserta kemudian membubarkan diri dan kembali ke kampus masing-masing dengan tetap membawa semangat perjuangan Hari Pahlawan.

 

 

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *